saat rintik hujan ini bersuara lirih,
biarkan aku bermain-main dengan pena sederhanaku ini...
menari-naru mengajakku untuk sedikit lebih terbuka kepadanya...
bagaimana kabarku? bagaimana kabar pujaaan hatiku?...
seperti seorang hakim,
dia slalu mau tahu tentang diriku,
diriku yang lemah,
yang tak mampu menaklikkan hati sang pangeran,
yang terlalu cupu untuk mengungkapkan perasaan,
yang terlihat tak berdaya pabila terusik akan bayang-bayang wajahnya...
semua terpampang nyata,
aku sayang dia...
dia yang ku sebut sang pangeran,
terlihat tampan dari kejauhan,
bagaimana jika lebih dekat...?
sudahlahh, aku sudah pernah akan hal itu,
keduanya membuat jantungkuberdetak tak menentu...
hatiku terbirit-birit menyaksikan pesona parasnya...
dan kala senyum merekah dibibirnya,subhanallahhhh......
aku semakin tyak berdaya saja dibuatnya....
sungguh, dia benar-benar meruntuhkan hati ini...
kehadirannya adalah warna yang menghidupkanku,
membangkitkan lagi rasa yang hampir rampuh,
yang hampir menjauh pergi,
rasa yang lusuh kini tlah terbasuh,
sosoknya telah menyihirku,
hadirnya telah menghipnotisku,
sampai mata tak henti menatapnya...
memandang sosok sang pangeran,
yang ku mau jadi milikku...
yang ku ingin slalu dekat denganku...
sedekat seperti waktu itu...
tak sebatas "sandiwara cinta"
No comments:
Post a Comment